Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Lorong IT

Lorong IT – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, salah satunya melalui teknologi pencitraan uMI Panvivo PET/CT. Teknologi ini dirancang untuk membantu tenaga medis dalam mendeteksi lesi kanker berukuran sangat kecil serta mendukung proses diagnosis dan pemantauan kondisi pasien.

Teknologi uMI Panvivo PET/CT merupakan sistem pencitraan molekuler yang menggabungkan teknologi PET (Positron Emission Tomography) dan CT (Computed Tomography). PET memberikan informasi mengenai aktivitas atau metabolisme jaringan di dalam tubuh, sedangkan CT menghasilkan gambaran struktur organ secara lebih detail.

Dalam pemeriksaan PET, pasien diberikan zat pelacak atau tracer yang dapat mengikuti aktivitas tertentu di dalam tubuh. Perbedaan aktivitas metabolisme antara jaringan normal dan sel kanker dapat membantu dokter mengidentifikasi area yang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dukungan AI pada uMI Panvivo PET/CT membantu proses pencitraan sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendeteksi lesi berukuran kecil. Teknologi tersebut juga dapat mendukung dokter dalam menentukan stadium penyakit dan mengevaluasi respons pasien terhadap terapi yang sedang dijalani.

Teknologi tersebut diperkenalkan oleh MRCCC Siloam Semanggi pada September 2026 sebagai salah satu dari empat teknologi pencitraan dan intervensi medis generasi terbaru. Selain uMI Panvivo PET/CT, terdapat Symbia Pro.specta SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System.

Keempat teknologi tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung penanganan kanker, mulai dari proses deteksi dan penentuan stadium, karakterisasi jaringan, evaluasi penyebaran penyakit, hingga membantu tindakan intervensi minimal invasif.

Pemanfaatan AI dalam teknologi pencitraan medis menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak hanya digunakan dalam komunikasi dan layanan digital, tetapi juga mulai berperan dalam mendukung pelayanan kesehatan. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat membantu tenaga medis memperoleh informasi pencitraan yang lebih akurat untuk mendukung proses pengambilan keputusan klinis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *