BRIN Perkuat Riset Telekomunikasi dengan Teknologi Prototyping Terkini

Lorong IT

Lorong IT – Pengembangan perangkat elektronika membutuhkan proses pembuatan purwarupa (prototipe) yang cepat, presisi, dan efisien agar hasil riset dapat segera divalidasi serta disempurnakan sebelum memasuki tahap implementasi. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan fasilitas LPKF ProtoLaser H4 melalui seminar Redefining Lab of Tomorrow yang diselenggarakan pada Rabu (15/7).

Kepala PRT BRIN, Nasrullah Armi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai teknologi prototyping elektronika sekaligus mendorong kolaborasi riset.

“Melalui kegiatan hari ini, kami berharap dapat menambah pengetahuan peserta mengenai teknologi prototyping untuk elektronik sehingga tidak lagi bergantung pada metode konvensional. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antaruniversitas, lembaga penelitian, dan berbagai mitra untuk menginisiasi riset di bidang telekomunikasi,” ujarnya.

Menurut Nasrullah, PRT telah menambah fasilitas laboratorium berupa LPKF ProtoLaser H4 untuk memperkuat riset di bidang telekomunikasi.

“Tahun ini, kami memiliki fasilitas terbaru, yaitu LPKF ProtoLaser H4 yang memiliki banyak keunggulan, di antaranya mampu memproses lebih cepat, mendukung multi-layer, serta memungkinkan proses prototyping yang lebih efisien dan mandiri,” kata Nasrullah.

Ia menjelaskan, perangkat tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan purwarupa PCB rangkaian elektronika, rangkaian radiofrekuensi (RF), serta desain dan pencetakan antena.

“Dengan perangkat tersebut, periset diharapkan dapat merancang dan memproduksi PCB secara mandiri, mulai dari penyusunan layout hingga fabrikasi purwarupa,” jelasnya.

Sebelumnya, proses fabrikasi PCB masih memerlukan dukungan pihak eksternal sehingga membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memungkinkan proses desain hingga pembuatan purwarupa dilakukan di lingkungan PRT secara lebih cepat dan fleksibel sesuai kebutuhan penelitian.

Selain memperkenalkan fasilitas laboratorium, seminar juga menghadirkan paparan mengenai perkembangan teknologi manufaktur digital yang semakin banyak dimanfaatkan dalam kegiatan riset maupun industri. Teknologi seperti laser prototyping, pencetakan tiga dimensi (3D printing), dan sistem penyolderan presisi dinilai mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mempercepat proses pengembangan perangkat elektronika modern.

Peserta yang berasal dari kalangan periset, akademisi, tenaga ahli, dan industri juga berkesempatan mencoba berbagai perangkat, antara lain LPKF Prototyping Solutions, 3D Scanner, dan Toki Hakko Precision Soldering, serta mengunjungi Anechoic Chamber, Laboratorium Pengolahan Sinyal, serta Laboratorium Radio Frekuensi dan Millimeter Wave.

Nasrullah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana berbagi informasi mengenai perkembangan teknologi manufaktur digital.

“Kegiatan yang dihadiri oleh periset, akademisi, tenaga ahli, dan industri ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada peserta terkait teknologi terkini untuk pembuatan prototipe, perakitan elektronik, dan pencetakan 3D,” tutup Nasrullah.

Sumber : www.brin.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *