Lorong IT-Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja resmi membuka Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan di bawah naungan Fakultas Bioteknologi. Program studi baru ini disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu mengembangkan inovasi pangan berbasis sains dan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan industri pangan yang terus berkembang.
Peluncuran Prodi Teknologi Pangan digelar di Auditorium Koinonia UKDW, Rabu (22/7/2026). Kehadiran program studi tersebut juga menjadi bagian dari upaya kampus merespons tantangan ketahanan pangan serta pemanfaatan sumber daya hayati tropis Indonesia.
Ketua Prodi Teknologi Pangan UKDW, Catarina Aprilia Ariestanti, menjelaskan program studi baru tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan Indonesia akan tenaga profesional yang mampu menghadirkan inovasi pangan secara berkelanjutan.
“Prodi Teknologi Pangan UKDW hadir dengan mengintegrasikan ilmu teknologi pangan modern dan pendekatan bioteknologi, kami berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Fakultas Bioteknologi, Prodi Teknologi Pangan menggabungkan ilmu teknologi pangan dengan pendekatan bioteknologi. Mahasiswa akan mempelajari pengolahan bahan pangan hewani maupun nabati melalui proses fisik, biologis, dan kimiawi.
Fokus pada Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Lokal
Salah satu keunggulan yang ditawarkan Prodi Teknologi Pangan UKDW adalah pengembangan indigenous nutraceutical dan functional food berbasis ilmu serta teknologi pangan.
Indigenous nutraceutical merupakan produk berbahan alami khas Indonesia yang memiliki potensi membantu menjaga kesehatan sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit.
Sementara itu, functional food merupakan produk pangan yang tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan.
Selain itu, program studi ini juga mengembangkan teknologi pengolahan hasil pertanian tropis melalui pendekatan biosains tropis. Pendekatan tersebut memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal untuk menghasilkan inovasi pangan yang memiliki nilai ilmiah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan.
Kurikulum Mengikuti Kebutuhan Industri
Catarina mengatakan kurikulum Prodi Teknologi Pangan disusun mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta tantangan global.
Materi yang dipelajari mahasiswa meliputi ilmu pangan, kimia pangan, mikrobiologi pangan, hingga rekayasa pangan. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa dibekali kemampuan mengembangkan bahan pangan hewani, nabati, maupun mikrobia menjadi produk pangan fungsional dan nutrasetikal yang aman, berkualitas, serta memiliki nilai tambah.
“Lulusan dipersiapkan menjadi sarjana teknologi pangan yang inovatif, berintegritas, memiliki jiwa kewirausahaan, dan siap bersaing di tingkat global,” kata Catarina.
Dengan hadirnya Prodi Teknologi Pangan, UKDW menambah pilihan program studi yang berorientasi pada pengembangan ilmu terapan dan inovasi, sekaligus mendukung kebutuhan dunia industri pangan yang terus berkembang di Indonesia.
Sumber: pendidikan.harianjogja.com
