Lorong IT Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat pemanfaatan teknologi simulasi digital untuk mendukung proses penelitian dan rekayasa yang lebih efektif dan efisien. Teknologi ini memungkinkan peneliti melakukan pemodelan tiga dimensi (3D), simulasi numerik, serta analisis berbagai fenomena rekayasa sebelum dilakukan pengujian lebih lanjut. Pendekatan tersebut mampu memangkas waktu dan biaya penelitian, sekaligus meningkatkan akurasi hasil riset.
Pemanfaatan teknologi simulasi digital menjadi salah satu fokus dalam seminar “Solusi Dassault Systèmes Bersama NSI untuk BRIN” yang diselenggarakan Pusat Riset Telekomunikasi, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN bekerja sama dengan PT Nusantara Secom Infotech (NSI) di Aula Gedung 10, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun BRIN, Bandung, Rabu (22/7).
Dalam seminar tersebut dipaparkan pemanfaatan berbagai perangkat simulasi digital untuk mendukung pemodelan desain, simulasi numerik, serta analisis mekanika material, struktur, dan elektromagnetik. Teknologi ini memungkinkan peneliti mengevaluasi performa suatu rancangan secara virtual sebelum memasuki tahap pembuatan prototipe maupun pengujian di laboratorium.
Seminar menghadirkan pemaparan mengenai pemanfaatan solusi CATIA, SIMULIA, Abaqus, dan CST Studio dari Dassault Systèmes untuk mendukung proses pemodelan tiga dimensi (3D), simulasi numerik, serta analisis pada bidang mekanika material, struktur, dan elektromagnetik. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara peneliti BRIN dengan praktisi NSI dan Dassault Systèmes mengenai implementasi teknologi simulasi pada berbagai bidang riset.
Kepala Pusat Riset Telekomunikasi BRIN, Nasrullah Armi, mengatakan bahwa perangkat lunak Dassault Systèmes telah dimanfaatkan oleh berbagai pusat riset di lingkungan BRIN. Perangkat ini tidak hanya dimanfaarka di bidang telekomunikasi.
“Produk-produk dari Dassault Systèmes melalui NSI telah digunakan oleh sejumlah pusat riset di BRIN, seperti Pusat Riset Mekatronika Cerdas, Penerbangan, Satelit, hingga Elektronika. Khusus di Pusat Riset Telekomunikasi, kami memanfaatkan software pada CST Studio untuk pengembangan dan simulasi antena,” ujar Nasrullah.
Nasrullah berharap sinergi antara BRIN dan NSI terus diperkuat sehingga pemanfaatan perangkat lunak simulasi dapat menjangkau lebih banyak bidang penelitian.
“Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut dan semakin berkembang. Tidak hanya mendukung riset di bidang manufaktur maupun engineering, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan berbagai solusi perangkat lunak lainnya bagi pusat-pusat riset di lingkungan BRIN,” ia menambahkan.
Koordinator High Performance Computing (HPC), Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi BRIN, Rully Kusumajaya, menilai kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan penyedia teknologi merupakan faktor penting dalam mempercepat transformasi digital riset nasional.
“BRIN memiliki mandat untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Di era Industri 4.0 dan 5.0, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Platform 3DEXPERIENCE dari Dassault Systèmes menawarkan kapabilitas desain kolaboratif, simulasi, hingga manajemen siklus produk yang sangat strategis untuk mendukung riset,” jelas Rully.
Menurut Rully, pemanfaatan simulasi digital mampu mempercepat proses penelitian dengan mengurangi waktu dan biaya eksperimen fisik, sekaligus meningkatkan kompetensi periset melalui penggunaan perangkat lunak berstandar industri.
“Kami berharap seminar ini menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas SDM, hingga pengembangan riset terapan yang mampu mempercepat hilirisasi inovasi dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Rully.
Sementara itu, Solution Consultant PT Nusantara Secom Infotech (NSI), Sudikin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan NSI sebagai penyedia dan pemelihara lisensi Dassault Systèmes di BRIN terus mendukung kebutuhan teknologi para peneliti.
“Melalui seminar ini kami memperkenalkan pembaruan berbagai solusi Dassault Systèmes, mulai dari CATIA untuk CAD Modeling hingga SIMULIA, Abaqus, dan CST Studio untuk analisis dan simulasi. Kami berharap para peneliti BRIN dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal dalam menghasilkan riset yang lebih cepat, akurat, dan inovatif,” ungkap Sudikin.
Melalui seminar ini, BRIN berharap pemanfaatan teknologi simulasi digital semakin luas di berbagai bidang riset sehingga mampu mempercepat proses inovasi, meningkatkan kualitas hasil penelitian, serta memperkuat kolaborasi antara BRIN, dunia industri, dan mitra teknologi dalam mendukung daya saing riset Indonesia. (tdd, nna/ ed.
Sumber :www.brin.go.id

