Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) meningkatkan upaya mitigasi bencana di kawasan konservasi dengan memanfaatkan teknologi berbasis data. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memantau potensi bencana, khususnya longsor, di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah kamera CCTV yang dipasang di kawasan longsor Sungai Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Pemasangan CCTV tersebut bertujuan untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi kawasan.
Melalui CCTV, petugas dapat mengamati pergerakan material longsoran serta perubahan aliran air. Data yang diperoleh dari pemantauan tersebut dapat menjadi bahan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya pergerakan tanah yang berpotensi membahayakan kawasan maupun aktivitas di sekitarnya.
Informasi dari teknologi tersebut juga dapat membantu petugas mengambil tindakan lebih cepat apabila ditemukan tanda-tanda bahaya. Selain untuk mitigasi bencana, data yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan dalam proses pemulihan ekosistem setelah terjadi bencana.
BBTNLL menilai penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan konservasi yang lebih adaptif dan siap menghadapi berbagai risiko. Pengelolaan taman nasional tidak hanya berfokus pada pelestarian alam, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Adapun luas area longsor di Sungai Kamarora tercatat mencapai sekitar 14,6 hektare. Dengan adanya pemanfaatan CCTV dan teknologi berbasis data, pengelola berharap pemantauan kondisi kawasan dapat dilakukan dengan lebih efektif sehingga potensi bencana dapat diketahui lebih dini.

