BRIN dan Industri Percepat Hilirisasi Teknologi Pengolahan Biomassa

Lorong IT

Lorong IT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng PT Tritunggal Karya Wisesa untuk mempercepat hilirisasi teknologi manufaktur peralatan dan pengolahan biomassa melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta, pada Senin (20/7).

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian mengatakan kolaborasi dengan industri menjadi kunci agar hasil riset tidak berhenti sebagai invensi di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang menjawab kebutuhan pasar.

“Di BRIN dibangun satu direktorat yang khusus menangani industri. Ini menjadi bukti bahwa dalam menghilirisasi produk-produk inovasi, mitra industri merupakan komponen yang sangat penting agar invensi dan hasil-hasil riset di laboratorium BRIN bisa masuk ke pasar dan dimanfaatkan langsung oleh para pengguna,” kata Hendrian.

Menurutnya, tantangan utama dalam proses hilirisasi saat ini adalah mentransformasikan hasil riset dari skala laboratorium ke skala industri. Karena itu, nota kesepahaman tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama untuk mempercepat penerapan teknologi, khususnya pengembangan biopelet.

Kepala Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan BRIN Taufik Hidayat menyampaikan kerja sama tersebut dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan biopelet sebagai sumber energi alternatif berbasis biomassa.

BRIN, lanjutnya, telah mengembangkan formula biopelet berbahan baku sekam padi dan biomassa lainnya, termasuk sorgum. Teknologi tersebut kini diarahkan untuk dikembangkan hingga siap diterapkan pada skala industri.

“Kami ingin mengakselerasi formula yang sudah kami miliki agar segera terhilirisasi. Momentum inovasi harus dimanfaatkan dengan cepat sehingga hasil riset yang telah dikembangkan benar-benar memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Taufik menambahkan, pengembangan biopelet memiliki prospek implementasi yang menjanjikan seiring terbentuknya kebutuhan pasar. Bahkan, terdapat peluang pemanfaatan biopelet oleh PT PLN sebagai offtaker.

Sementara itu, Direktur PT Tritunggal Karya Wisesa Thomas Johnson mengatakan pihaknya melihat peluang pengembangan teknologi manufaktur pengolahan biomassa yang disesuaikan dengan karakteristik bahan baku lokal.

Dia menilai, sebagian mesin pengolahan biomassa yang digunakan saat ini masih mengandalkan teknologi dari luar negeri sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi biomassa di Indonesia.

“Kami ingin bekerja sama dengan BRIN supaya bisa menciptakan mesin yang cocok dengan bahan baku di Indonesia. Sekam yang di beberapa daerah masih menjadi limbah memiliki potensi untuk diolah menjadi biopelet yang bernilai ekonomi,” ucap Thomas.

Kerja sama BRIN dan PT Tritunggal Karya Wisesa mencakup riset dan inovasi serta pemanfaatan hasil riset di bidang teknologi manufaktur peralatan dan pengolahan biomassa.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi teknologi hasil riset sekaligus mendorong pemanfaatan biomassa lokal menjadi produk bernilai tambah untuk mendukung kebutuhan industri dan energi alternatif di Indonesia.

Sumber : www.brin.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *