Kementerian kesehatan percepat pengembangan teknologi bedah robotik

Lorong IT

Lorong IT – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mempercepat pengembangan teknologi bedah robotik sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah, pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kompetensi tenaga medis, serta penguatan transfer teknologi guna mendukung kemandirian industri alat kesehatan dalam negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa teknologi robotik menjadi salah satu prioritas pemerintah karena mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penggunaan robot bedah dinilai dapat menghasilkan tindakan operasi yang lebih presisi, mengurangi rasa nyeri pasien, serta mempercepat masa pemulihan. Pemerintah juga berupaya agar layanan tersebut semakin mudah diakses dan memiliki biaya yang lebih terjangkau.

Untuk mempercepat penerapannya, Kemenkes membentuk Komite Robotik yang bertugas menyusun arah pengembangan teknologi robotik di Indonesia. Selain itu, pemerintah sedang mengkaji skema pembiayaan melalui BPJS Kesehatan agar layanan bedah robotik dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat. Di sisi lain, pelatihan dokter bedah minimal invasif dan pengembangan pusat pelatihan bedah robotik di berbagai daerah juga terus diperluas.

Pengembangan ekosistem bedah robotik turut melibatkan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda Jakarta, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama ini difokuskan pada bidang pendidikan, penelitian, inovasi teknologi kesehatan, serta peningkatan kompetensi tenaga medis. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi robotik medis nasional sekaligus memperkuat transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *