Kasur Pintar Berbasis AI Masuk Indonesia, Peluang Produksi Lokal Mulai Dijajaki

Lorong IT

Lorong IT-Penggunaan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) mulai meluas ke industri perlengkapan tidur. Teknologi tersebut digunakan untuk membaca postur dan pergerakan tubuh, kemudian menyesuaikan daya topang kasur secara otomatis.

Masuknya teknologi itu ke Indonesia sekaligus membuka segmen baru dalam pasar matras premium dan peluang pengembangan produksi perangkat tidur pintar di dalam negeri.

Duta Abadi Primantara (DAP) dan DeRUCCI membentuk perusahaan bersama PT Duta DeRUCCI Indonesia untuk mengembangkan pemasaran, jaringan ritel, dan ekosistem kasur pintar di pasar nasional.

President Director Duta Abadi Primantara, Anthony Setiawan mengatakan kerja sama tersebut meliputi distribusi tunggal dan lisensi produksi atau license to produce. Kedua perusahaan juga membuka peluang transfer teknologi, perakitan, dan peningkatan kandungan lokal.

“Apabila ke depan terdapat produk yang memungkinkan dibuat secara lokal dan memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri, kami akan mencoba memproduksi atau merakitnya di Indonesia,” ujarnya.

Teknologi Matras

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah DeRUCCI T11+ AI Mattress. Produk tersebut menggabungkan sensor AI, sistem pengindraan pintar, dan rekayasa ergonomis untuk menyesuaikan tingkat daya topang dengan postur serta posisi tidur pengguna.

Sensor pada kasur mendeteksi pergerakan dan distribusi tekanan secara waktu nyata. Ketika pengguna mengubah posisi, sistem melakukan penyesuaian kecil pada bagian kasur untuk mempertahankan dukungan terhadap tubuh. Sementara teknologi dual-zone independent support memungkinkan kedua sisi kasur bekerja secara terpisah. Dengan demikian, dua pengguna dapat memilih tingkat kekerasan dan daya topang berbeda tanpa harus menggunakan pengaturan yang sama.

Kasur itu juga memiliki sistem penyesuaian lima zona pada bagian bahu, punggung, pinggang, pinggul, dan kaki. Data pola tidur serta sejumlah indikator penggunaan dapat dipantau melalui aplikasi yang terhubung dengan perangkat pada kasur.

DeRUCCI Brand Spokeperson, Bella Peng mengatakan kehadiran perusahaan di Indonesia diarahkan untuk memperkenalkan konsep ekosistem tidur sehat berbasis teknologi.

“Di Jakarta, kami tidak hanya meluncurkan merek atau satu produk, tetapi juga menghadirkan ekosistem tidur sehat,” katanya.

Mengutip penelitian China Sleep Research Society, mencatat penggunaan T11+ dapat mempercepat waktu untuk tertidur hingga 37,3%, menekan perubahan posisi tidur hingga 21,5%, dan meningkatkan durasi tidur hingga 20,8%. Angka tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai hasil penelitian yang dirujuk perusahaan, bukan jaminan manfaat bagi seluruh pengguna. Kualitas tidur dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi kesehatan, tingkat stres, kebiasaan sebelum tidur, suhu ruangan, dan lingkungan sekitar.

Produk tersebut juga tidak ditujukan sebagai alat untuk mendiagnosis atau mengobati gangguan kesehatan. Pengguna dengan skoliosis, cedera, maupun dalam masa pemulihan pascaoperasi tetap memerlukan rekomendasi tenaga medis.

DeRUCCI menyatakan produknya telah disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia. Selain pengaturan tingkat kekerasan, kasur menggunakan material dengan sirkulasi udara tinggi serta teknologi antijamur dan antitungau. Fitur tersebut ditujukan untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan tidur di wilayah yang memiliki suhu serta kelembapan relatif tinggi.

Pengembangan produk didukung investasi riset dan pengembangan lebih dari US$32 juta serta melibatkan lebih dari 500 insinyur. DeRUCCI juga bekerja sama dengan MIT Media Lab dalam proyek Fiber Circuit untuk mengembangkan serat yang dapat mengintegrasikan sensor, komputasi, dan sistem umpan balik.

Teknologi serat pintar tersebut berpotensi diterapkan pada perangkat kesehatan, kebugaran, dan berbagai produk rumah tangga, meskipun penerapannya secara luas masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

DeRUCCI Indonesia menjadi sarana bagi kedua perusahaan untuk memperkuat distribusi dan memperluas pasar perangkat tidur premium.

DAP telah beroperasi lebih dari 30 tahun dengan jaringan lebih dari 1.000 dealer dan 14 kantor cabang. Perusahaan juga menangani berbagai merek kasur dan perlengkapan tidur premium serta memasok kebutuhan sektor perhotelan. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal DeRUCCI untuk memasuki pasar nasional tanpa harus membangun seluruh saluran distribusi dari awal.

DeRUCCI dan DAP telah membuka dua flagship experience center di BSD Gading Serpong dan Indonesia Design District, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Kedua lokasi menyediakan demonstrasi produk, konsultasi tidur, dan pengenalan sistem kasur berbasis AI.

Setelah memperkuat penjualan melalui gerai utama, produk akan dipasarkan melalui pusat perbelanjaan, toko kasur modern, gerai mandiri, dan jaringan dealer. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan sekitar 10–15 titik penjualan di Jakarta. DeRUCCI belum menetapkan target penjualan khusus karena masih berfokus memperkenalkan teknologi dan membangun pemahaman konsumen.

Pasar kasur nasional diperkirakan bernilai sekitar Rp10 triliun, mencakup produk busa, pegas, lateks, dan kategori lainnya. Kasur pintar berpotensi menambah kategori baru dalam industri tersebut, meski pasarnya masih terbatas pada konsumen dengan daya beli relatif tinggi.

DeRUCCI membidik konsumen muda berpenghasilan menengah atas yang dinilai lebih adaptif terhadap teknologi dan memandang kualitas tidur sebagai bagian dari kesehatan serta produktivitas.

Anthony mengatakan kesamaan visi dalam pengembangan produk premium dan teknologi menjadi alasan DAP memilih DeRUCCI sebagai mitra.

Pada tahap awal, sebagian besar produk masih berasal dari China. Namun, perusahaan telah memiliki fasilitas di Batam yang dipersiapkan untuk mendukung pasar Asia Tenggara. Peluang produksi lokal akan dikaji berdasarkan volume permintaan, kesiapan pemasok komponen, kebutuhan investasi, dan kemampuan memenuhi standar teknologi.

Lokalisasi produksi berpotensi mengurangi ketergantungan impor, memperpendek rantai pasok, dan menciptakan nilai tambah bagi industri furnitur nasional. Meski demikian, belum terdapat jadwal pasti maupun nilai investasi yang diumumkan untuk rencana produksi tersebut.

Sumber: https://investor.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *