Kepala BRIN: Indonesia Harus Bertransformasi Menjadi Penghasil Teknologi

Lorong IT

Lorong IT-Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa Indonesia harus bertransformasi dari negara pengguna teknologi menjadi penghasil teknologi untuk menghadapi perubahan global yang berlangsung semakin cepat. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, riset, dan inovasi menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BRIN dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang dirangkaikan dengan kuliah umum bertema Arah Kebijakan Nasional Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045 di Kampus UTM, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (10/7).

Nota Kesepahaman tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura Safi’ dan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDMI) BRIN Edy Giri Rachman Putra, serta disaksikan langsung oleh Kepala BRIN Arif Satria.

Dalam kuliah umumnya, Arif Satria mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai penggerak kemajuan bangsa.

“Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, kita harus memiliki sumber daya manusia yang kuat agar mampu merespons perubahan dan menjadikan teknologi sebagai modal untuk melompat lebih jauh,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan talenta menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing nasional. Selain penguasaan teknologi, Indonesia juga perlu membekali generasi muda dengan keterampilan baru (new skills), termasuk green skills yang semakin dibutuhkan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Arif menambahkan, BRIN terus membangun ekosistem riset yang terintegrasi melalui penyediaan infrastruktur riset, dukungan pendanaan, pengembangan talenta, hingga kemitraan dengan dunia industri agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“BRIN hadir untuk membangun ekosistem riset yang baik. Tidak hanya menyediakan laboratorium, tetapi juga menghubungkan riset dengan pendanaan, industri, dan pengembangan talenta sehingga hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

Arif menilai, masa depan daya saing Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat serta industri.

Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Safi’ menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan BRIN. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang riset dan inovasi.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang riset dan inovasi, sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Safi’ mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 30 mahasiswa UTM telah mengikuti program magang riset di BRIN. Selain itu, sejumlah dosen UTM juga telah memperoleh pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dari BRIN.

Ia menampaikan berbagai program tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kapasitas riset sekaligus memperkuat budaya ilmiah di lingkungan kampus melalui kolaborasi dengan para periset BRIN.

“Kami berharap semangat kolaborasi ini terus terjaga. Melalui riset, ilmu pengetahuan dapat terus berkembang, dan tantangan berikutnya adalah memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat berlanjut hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, BRIN dan Universitas Trunojoyo Madura berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia iptek, pelaksanaan riset bersama, serta hilirisasi hasil penelitian. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sumber: brin.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *