UGM Gandeng Stellarvision Kembangkan Teknologi Deteksi Kebocoran Pipa Air Bawah Tanah Berbasis Citra Satelit

Lorong IT

Lorong IT-Universitas Gadjah Mada resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Stellarvision, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Proof of Concept (PoC) Agreement, Jumat (10/7) di Kampus UGM. Kolaborasi ini menjadi langkah awal pengembangan riset teknologi deteksi kebocoran pipa air bawah tanah berbasis citra satelit untuk mendukung tata kelola sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penandatangan nota kesepahaman berlangsung di UGM dengan dihadiri delegasi dari Stellarvision, Junse Oh, B.S., M.S., selaku peneliti, serta delegasi UGM yang dipimpin oleh Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, beserta jajaran.

Danang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan antara UGM dan Stellarvision. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan kebocoran jaringan pipa air bawah tanah yang selama ini sulit dideteksi dan menyebabkan hilangnya sumber daya air dalam jumlah besar. Sinergi ini juga diperkuat dengan adanya alumni UGM yang saat ini meniti karier sebagai profesional di Stelarvision dan terlibat langsung di dalam kolaborasi ini.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada UGM untuk bersama-sama mengembangkan penelitian dan teknologi yang diharapkan mampu menjawab tantangan besar dalam tata kelola air, khususnya dalam mendeteksi kebocoran pipa air bawah tanah yang selama ini sulit diidentifikasi,” ujar Danang dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Selasa (14/7).

Melalui kerja sama tersebut, teknologi FluidVision  milik Stellarvision yang memanfaatkan citra satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) akan diintegrasikan dengan fasilitas testbed yang dimiliki Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM di Sleman. Integrasi ini akan menjadi bagian dari uji coba teknologi selama enam bulan melalui simulasi kebocoran pipa yang dirancang secara terkontrol.

Selama pelaksanaan riset, UGM memastikan seluruh proses penelitian dan simulasi akan dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi tata kelola penelitian yang baik. Perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan kerahasiaan data kedua belah pihak juga menjadi komitmen utama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut. “UGM berkomitmen memastikan seluruh rangkaian penelitian dan simulasi kebocoran yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan berjalan secara profesional. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual maupun kerahasiaan data kedua belah pihak akan dijamin sepenuhnya sesuai regulasi internal UGM dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Danang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kerjasama ini, khususnya tim Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi  (PUAPT) Working Group Water Security UGM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proses perencanaan hingga penandatanganan kerja sama.

Ia berharap kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan, sinergi, dan integritas tersebut dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Semoga langkah awal yang dibangun atas semangat sinergi dan integritas ini dapat berjalan lancar serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan teknologi pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber: ugm.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *