Pembangunan pusat data (data center), terutama yang digunakan untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI), terus meningkat di Amerika Serikat. Namun, di balik pesatnya pembangunan tersebut, muncul penolakan dari masyarakat yang khawatir terhadap dampaknya terhadap lingkungan dan penggunaan energi yang sangat besar.
Sepanjang tahun 2026, aksi protes terhadap pembangunan data center semakin sering terjadi. Sejumlah warga bahkan rela menghadapi risiko ditangkap demi menyuarakan penolakan mereka. Tercatat sedikitnya 37 orang telah ditahan akibat terlibat dalam aksi protes, sementara belasan insiden lainnya melibatkan aparat yang membubarkan atau menghentikan demonstrasi. Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih banyak karena tidak semua kasus mendapat perhatian media.
Menariknya, para penentang pembangunan data center berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri dari petani, guru, masyarakat pedesaan, warga pinggiran kota, hingga generasi muda dan lansia. Meski memiliki latar belakang yang berbeda, mereka memiliki kekhawatiran yang sama, yaitu dampak pembangunan pusat data terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Banyak warga menilai pemerintah daerah lebih mengutamakan kepentingan perusahaan teknologi besar dibandingkan aspirasi masyarakat. Mereka merasa proses pengambilan keputusan kurang melibatkan warga yang terdampak langsung oleh pembangunan tersebut.
Sebagian besar aksi protes berlangsung secara damai. Namun, dalam beberapa kasus, situasi berubah menjadi tegang ketika aparat keamanan mengambil tindakan terhadap para demonstran. Sejumlah peserta aksi mengaku dikenai sanksi hanya karena dianggap melanggar aturan kecil, seperti berbicara melebihi waktu yang ditentukan dalam forum publik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya pembangunan infrastruktur AI, tidak hanya membawa manfaat bagi dunia digital, tetapi juga memunculkan tantangan sosial dan lingkungan yang perlu diperhatikan. Pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat diharapkan dapat mencari solusi yang seimbang agar kemajuan teknologi tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan lingkungan dan warga sekitar.

