Lorong IT-Peneliti dari berbagai institusi ternama, termasuk Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan Stanford University, mengembangkan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) baru bernama MatrAIx.
Sistem AI ini mampu merancang persona pengguna virtual hingga 8,3 miliar profil—jumlah yang setara dengan total estimasi populasi manusia di Bumi saat ini.
Bagaimana Cara Kerja MatrAIx?
MatrAIx bukan berupa miliaran chatbot yang berjalan berbarengan, melainkan kumpulan 8,3 miliar catatan data persona yang dibentuk berdasarkan 1.290 dimensi karakteristik (seperti latar belakang, perilaku, hingga psikologi).
Sistem ini dirancang untuk mensimulasikan beragam sifat konsumen:
-
Sumber Data: Data persona ini digabungkan dari berbagai platform riil seperti StackExchange, General Social Survey (GSS), Afrobarometer, hingga ulasan Amazon.
-
Lingkungan Pengujian: Peneliti atau pengembang bisa menguji produk dalam empat skenario pengujian utama: Survey (pengisian survei), AI Chatbot (interaksi layanan pelanggan), Web, dan App (aplikasi).
Manfaat bagi Perusahaan dan Pengembang
Teknologi ini mempermudah perusahaan melakukan riset pasar dan menguji coba produk digital (aplikasi, situs web, survei, hingga strategi penetapan harga) secara praktis, efisien, serta dalam skala besar tanpa perlu langsung melibatkan atau merekrut ribuan responden manusia di tahap awal.
Sebagai contoh, jika sebuah bisnis ingin menaikkan harga produk, MatrAIx bisa mensimulasikan bagaimana respons pengguna yang sensitif harga dibanding pengguna yang loyal terhadap merek secara cepat.
Apakah Manusia Akan Sepenuhnya Digantikan?
Meskipun pengujian berbasis AI ini jauh lebih cepat dan hemat biaya, peneliti menegaskan bahwa manusia virtual tidak dirancang untuk menggantikan manusia sungguhan secara total.
-
Filter Awal: MatrAIx lebih berfungsi sebagai filter awal untuk menyaring ribuan ide dan menemukan potensi kendala sebelum produk dites ke pasar nyata.
-
Perilaku Manusia Sulit Diprediksi: Keputusan manusia riil sering kali dipengaruhi faktor emosional yang sulit diprediksi AI secara sempurna. Dalam uji kontrol yang dilakukan tim peneliti, akurasi konsistensi karakter persona MatrAIx mencapai sekitar 91,5 persen—yang menunjukkan simulasi AI tetap memiliki batasan dan belum 100% sempurna.

