Lorong IT– Meski berada ratusan hingga ribuan kilometer di atas permukaan Bumi, satelit memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini mendukung berbagai aktivitas, mulai dari komunikasi, navigasi, pemantauan lingkungan, hingga mitigasi bencana.
Hal tersebut disampaikan Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Suraduita Mupasanta, kepada siswa Rumah Pena Kertas dalam kegiatan edukasi keantariksaan di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Bogor, Rabu (15/7).
“Saat menggunakan internet, menonton televisi, melakukan panggilan telepon, atau mencari lokasi melalui aplikasi peta, kita memanfaatkan teknologi satelit. Setiap jenis satelit memiliki fungsi yang berbeda. Satelit komunikasi berperan dalam mendukung layanan telepon, televisi, radio, internet, serta transmisi data antardaerah dan antarnegara. Keberadaan satelit memungkinkan komunikasi tetap berlangsung meskipun wilayah terpisah oleh lautan dan kondisi geografis yang sulit dijangkau,” ia menjelaskan.
Selain itu, satelit navigasi membantu menentukan posisi dan arah perjalanan pesawat, kapal, kendaraan, hingga pengguna telepon pintar. Teknologi ini memudahkan masyarakat dalam menemukan lokasi, merencanakan perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Sementara itu, satelit penginderaan jauh seperti yang dikembangkan BRIN memiliki kemampuan memantau kondisi permukaan Bumi dari luar angkasa. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memantau hutan, pertanian, perairan, perubahan lingkungan, serta mendukung pemetaan wilayah.
“Informasi tersebut penting dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan nasional. Di sisi lain, satelit cuaca digunakan untuk memantau kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca guna mendukung prakiraan serta peringatan dini terhadap cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suraduita juga memperkenalkan satelit nasional yang dikembangkan BRIN, seperti LAPAN-A1, LAPAN-A2, dan LAPAN-A3. Satelit tersebut menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi satelit sekaligus menghasilkan data dan layanan bagi masyarakat.
“BRIN saat ini tengah mengembangkan satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) yang dirancang untuk mendukung observasi Bumi, pemantauan maritim, serta penelitian medan magnet Bumi.Seluruh satelit BRIN dioperasikan melalui empat stasiun Bumi yang berlokasi di Kototabang, Bogor, Parepare, dan Biak,” ujarnya.
Sumber : www.brin.go.id

