Hadapi Disinformasi Digital, Bawaslu Tingkatkan Pengawasan Berbasis Teknologi dan Kolaborasi Mahasiswa

Lorong IT

Lorong IT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat sistem pengawasan pemilu dengan memanfaatkan teknologi digital guna menghadapi meningkatnya penyebaran disinformasi, hoaks, dan konten manipulatif di media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi di era digital.

Dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Anggota Bawaslu Puadi menegaskan bahwa metode pengawasan konvensional tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut sistem pengawasan yang lebih cepat, berbasis data, dan mampu mendeteksi berbagai bentuk pelanggaran secara real time.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Bawaslu mengoptimalkan sejumlah platform digital, seperti Sistem Informasi Pengawasan (Siwaslu), Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS), serta pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu berbasis data. Berbagai sistem ini dimanfaatkan untuk memantau potensi pelanggaran sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan selama proses pemilu berlangsung.

Selain mengembangkan teknologi, Bawaslu juga memperkuat kolaborasi dengan kalangan mahasiswa melalui program Bawaslu Campus Connect. Mahasiswa diharapkan berperan sebagai agen literasi digital, pengawas partisipatif, serta inovator yang mampu membantu menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang transparan serta berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *