BRIN: Riset Teknologi Tak Hanya soal AI dan Nuklir, tapi Juga Solusi bagi Masyarakat

Lorong IT

Lorong IT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa pengembangan riset dan teknologi di Indonesia tidak hanya berfokus pada teknologi tinggi (high-tech) seperti kecerdasan buatan (AI) atau teknologi nuklir, melainkan juga teknologi tepat guna yang dapat menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BRIN, Arif Satria, dalam acara Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Gedung B. J. Habibie, Senin (10/8).

Dalam sambutannya, Arif menyinggung sorotan publik di media sosial terkait hasil riset teknologi sepatu buatan BRIN. “Kita menyampaikan pada Presiden semua inovasi, mulai dari pesawat terbang, kapal, nuklir, sampai sepatu,” ucapnya.

Arif menegaskan bahwa BRIN menganggap kritik publik sebagai hal yang wajar. Namun, ia menekankan pentingnya memahami riset dari berbagai kuadran dan sudut pandang pemanfaatan.

“Kemarin ramai di media sosial tentang riset sepatu. Tidak apa-apa, sepatu itu ada yang berasal dari karet, itu butuh teknologi pencampuran bahan agar nyaman, murah, awet, dan mudah dirawat untuk masyarakat menengah ke bawah,” ucap Arif.

Riset BRIN pada sepatu berbahan karet tanpa lem dan tanpa jahitan diciptakan sebagai solusi nyata untuk menekan biaya produksi sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Dalam paparannya, BRIN membagi pemetaan teknologi ke dalam beberapa kuadran berdasarkan tingkat teknologi dan tingkat manfaatnya.

Pertama, Teknologi Sederhana Berdampak Tinggi.  Fokus pada penyelesaian masalah riil masyarakat lokal dan UMKM, contohnya mesin pengolah sampah organik (LAHSAMOR), serta sepatu karet.

Selanjutnya, Teknologi Canggih/Tinggi (Advanced Technology). Riset strategis jangka panjang seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi medis/farmasi, satelit pengamatan bumi, hingga pengembangan teknologi nuklir dan logam tanah jarang.

Arif menegaskan bahwa riset teknologi tinggi maupun teknologi sederhana sama-sama penting. Riset tepat guna dibentuk agar hasil inovasi tidak hanya berhenti di atas kertas atau pameran, tetapi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku industri dalam negeri.

“BRIN memiliki visi untuk menjadi penggerak utama dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi yang berkualitas untuk Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Oleh karena itu BRIN berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antara periset, pemerintah, dan industri demi mewujudkan kemandirian teknologi nasional menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sumber :www.brin.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *